Sabtu, 10 Maret 2012

GURINDAM DUA BELAS


Pernah mendengar mengenai syair Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji? Gurindam Dua Belas merupakan sastra lama yang terkenal dan menjurus terhadap sastra melayu indonesia. Raja Ali Haji merupakan tokoh ulama sekaligus sastrawan terkemuka pada abad ke-19, beliau merupakan keturunan bangsawan bugis.
Karya-karya sastra Raja Ali Haji sudah sangat banyak diantaranya adalah Hikayat Abdul Muluk dan yang sangat terkenal adalah Gurindam Dua Belas, nah mengenai karya-karya dari Raja Ali Haji yang sangat terkenal adalah Gurindam Dua Belas, merupakan syair yang terdiri atas Dua Belas Gurindam atau Pasal, sebuah syair religius dan spiritualitas mengenai kehidupan manusia dan hakikat kepada Allah SWT dan sosial kemasyarakatan. Berikut adalah bait-bait dari syair Gurindam Dua Belas:

Gurindam I

Barang siapa tiada memegang agama,
sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.
Barang siapa mengenal yang empat,
maka ia itulah orang yang ma'rifat
Barang siapa mengenal Allah,
suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.
Barang siapa mengenal diri,
maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri.
Barang siapa mengenal dunia,
tahulah ia barang yang teperdaya.
Barang siapa mengenal akhirat,
tahulah Ia dunia mudarat.

Gurindam II

Barang siapa mengenal yang tersebut,
tahulah ia makna takut.
Barang siapa meninggalkan sembahyang,
seperti rumah tiada bertiang.
Barang siapa meninggalkan puasa,
tidaklah mendapat dua termasa.
Barang siapa meninggalkan zakat,
tiadalah hartanya beroleh berkat.
Barang siapa meninggalkan haji,
tiadalah ia menyempurnakan janji.

Gurindam III

Apabila terpelihara mata,
sedikitlah cita-cita.
Apabila terpelihara kuping,
khabar yang jahat tiadaiah damping.
Apabila terpelihara lidah,
niscaya dapat daripadanya paedah.
Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
daripada segala berat dan ringan.
Apabila perut terlalu penuh,
keluarlah fi'il yang tiada senunuh.
Anggota tengah hendaklah ingat,
di situlah banyak orang yang hilang semangat
Hendaklah peliharakan kaki,
daripada berjaian yang membawa rugi.

Gurindam IV

Hail kerajaan di daiam tubuh,
jikalau lalim segala anggotapun rubuh.
Apabila dengki sudah bertanah,
datanglah daripadanya beberapa anak panah.
Mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
di situlah banyak orang yang tergelincir.
Pekerjaan marah jangan dibela,
nanti hilang akal di kepala.
Jika sedikitpun berbuat bohong,
boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.
Tanda orang yang amat celaka,
aib dirinya tiada ia sangka.
Bakhil jangan diberi singgah,
itupun perampok yang amat gagah.
Barang siapa yang sudah besar,
janganlah kelakuannya membuat kasar.
Barang siapa perkataan kotor,
mulutnya itu umpama ketur2.
Di mana tahu salah diri,
jika tidak orang lain yang berperi.

Gurindam V

Jika hendak mengenai orang berbangsa,
lihat kepada budi dan bahasa,
Jika hendak mengenal orang yang berbahagia,
sangat memeliharakan yang sia-sia.
Jika hendak mengenal orang mulia,
lihatlah kepada kelakuan dia.
Jika hendak mengenal orang yang berilmu,
bertanya dan belajar tiadalah jemu.
Jika hendak mengenal orang yang berakal,
di dalam dunia mengambil bekal.
Jika hendak mengenal orang yang baik perangai,
lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.

Gurindam VI

Cahari olehmu akan sahabat,
yang boleh dijadikan obat.
Cahari olehmu akan guru,
yang boleh tahukan tiap seteru.
Cahari olehmu akan isteri,
yang boleh dimenyerahkan diri.
Cahari olehmu akan kawan,
pilih segala orang yang setiawan.
Cahari olehmu akan abdi,
yang ada baik sedikit budi,

Gurindam VII

Apabila banyak berkata-kata,
di situlah jalan masuk dusta.
Apabila banyak berlebih-lebihan suka,
itulah landa hampirkan duka.
Apabila kita kurang siasat,
itulah tanda pekerjaan hendak sesat.
Apabila anak tidak dilatih,
I'ika besar bapanya letih.
Apabila banyak mencela orang,
itulah tanda dirinya kurang.
Apabila orang yang banyak tidur,
sia-sia sahajalah umur.
Apabila mendengar akan khabar,
menerimanya itu hendaklah sabar.
Apabila menengar akan aduan,
membicarakannya itu hendaklah cemburuan.
Apabila perkataan yang lemah-lembut,
lekaslah segala orang mengikut.
Apabila perkataan yang amat kasar,
lekaslah orang sekalian gusar.
Apabila pekerjaan yang amat benar,
tidak boleh orang berbuat onar.

Gurindam VIII

Barang siapa khianat akan dirinya,
apalagi kepada lainnya.
Kepada dirinya ia aniaya,
orang itu jangan engkau percaya.
Lidah yang suka membenarkan dirinya,
daripada yang lain dapat kesalahannya.
Daripada memuji diri hendaklah sabar,
biar dan pada orang datangnya khabar.
Orang yang suka menampakkan jasa,
setengah daripada syarik mengaku kuasa.
Kejahatan diri sembunyikan,
kebalikan diri diamkan.
Keaiban orang jangan dibuka,
keaiban diri hendaklah sangka.

Gurindam IX

Tahu pekerjaan tak baik,
tetapi dikerjakan,
bukannya manusia yaituiah syaitan.
Kejahatan seorang perempuan tua,
itulah iblis punya penggawa.
Kepada segaia hamba-hamba raja,
di situlah syaitan tempatnya manja.
Kebanyakan orang yang muda-muda,
di situlah syaitan tempat berkuda.
Perkumpulan laki-laki dengan perempuan,
di situlah syaitan punya jamuan.
Adapun orang tua yang hemat,
syaitan tak suka membuat sahabat
Jika orang muda kuat berguru,
dengan syaitan jadi berseteru.

Gurindam X

Dengan bapa jangan durhaka,
supaya Allah tidak murka.
Dengan ibu hendaklah hormat,
supaya badan dapat selamat.
Dengan anak janganlah lalai,
supaya boleh naik ke tengah balai.
Dengan isteri dan gundik janganlah alpa,
supaya kemaluan jangan menerpa.
Dengan kawan hendaklah adil supaya tangannya jadi kafill.

Gurindam XI

Hendaklah berjasa,
kepada yang sebangsa.
Hendaklah jadi kepala,
buang perangai yang cela.
Hendaklah memegang amanat,
buanglah khianat.
Hendak marah,
dahulukan hajat.
Hendak dimulai,
jangan melalui.
Hendak ramai,
murahkan perangai.

Gurindam XII

Raja muafakat dengan menteri,
seperti kebun berpagarkan duri.
Betul hati kepada raja,
tanda jadi sebarang kerja.
Hukum adil atas rakyat,
tanda raja beroleh anayat.
Kasihan orang yang berilmu,
tanda rahmat atas dirimu.
Hormat akan orang yang pandai,
tanda mengenal kasa dan cindai.
Ingatkan dirinya mati,
itulah asal berbuat bakti.
Akhirat itu terlalu nyata,
kepada hati yang tidak buta.

Jumat, 09 Maret 2012

MENANTI FAJAR

Berat mata dalam peraduan senja ketika menyaksikan percumbuan mega,
dalam hening ini masih teringat akan senyawa dan molekul-molekul hawa sejuknya rintik hujan,
engkau yang terduduk dengan segala kenestapaanmu seolah ini lah akhir dari hidupmu,
"adakah tuhan itu'? dimana letakNya?" engkau bertanya kepadaku dengan tatapan sayu mu,
masihkah kau ingat kala kita duduk santai dengan secangkir kopi kala itu?
dengan menyeruput nikmatnya kebusukan hidup ini,
"aku pun begitu, ingatkah engkau ketika adzan di mesjid dan detingan lonceng gereja yang memanggil manusia tuk bersimpuh dan memohon ampunan?"
namun aku masih teringat ketika engkau berucap dan menjerit dalam kesakitanmu,
ini lah hidup kawan! kata mu.
namun aku membantah dengan irama-irama dan nyanyian-nyanyian sumbang ku mengenai rahmat Illahi,
dan malam pun beranjak dalam peraduannya, kita pun terlelap dan tertidur dalam keadaan bugil keimanan,
dan aku pun masih teringat ketika engkau berkata "tetaplah kau pejamkan matamu hingga fajar tiba, ketika itu kau akan melihat kehidupan yang telah berada dalam "titik"nya.!!

Jumat, 24 Februari 2012

PENDOSA ITU MENGEJAR MU

Masih saja raut wajah mu kusam
ketika nelayan berlayar di lautan tedu
"Kembali saja!" Teriak lelaki paruh baya penghuni geladak
dan pulau-pulau bersusun dalam jari jemari
Angin ini begitu kencang hingga menusuk tubuh seorang wanita setengah telanjang,
dengan desahan nafas ketika melihat ke atas nirwana
"Ada sedikit pembahasan yang harus di tuntaskan kali ini" begitu katamu kepadaku
perlahan dan perlahan kita sama-sama saling mencumbu dalam kebusukan
lalu ke-erotis-an percakapan mu menjadikan sejenak keluh kesah memudar
sebagian burung camar menari-nari
sedalam akal sehat engkau pun terpaku
dan kata ku, coba jelaskan nafsu mu
yang sedikit tertutup dalam topeng palsumu
memang benar rindu yang menyiksa,
namun aku pun sedikit mengingatkan
pendosa itu mengejarmu.

Selasa, 14 Februari 2012

JAINISME

Jainisme merupakan agama para liberator damai, yang berakar pada falsafah-falasah terdahulu pada zaman purba. Agama tua yang berasal dari India ini kaya dengan azas-azas perdamaian dan toleransi yang sangat dibutuhkan pada zaman sekarang ini.
Nama agama ini berasal dari bahasa sansekerta jina yang berarti "penakluk". Sebuah gelar yang diberikan kepada seseorang yang telah berhasil menaklukan hawa nafsu keduniawian dan telah dibebaskan dari siklus kelahiran ulang. 
Agama Jaina itu dibangun oleh Nataputta Vardhamana, hidup pada 559-527 sM yang beroleh panggilan Mahavira yang berarti pahlawan besar.
Agama Jaina lahir lebih dahulu daripada Agama Buddha. Agama Buddha punya pengikut lebih luas di luar India, namun agama Jaina terbatas hanya di India saja. Kedua agama tersebut merupakan reaksi terhadap perikeadaan di dalam Agama Hindu mengenai perkembangan ajarannya pada masa lampau.
Jainisme merupakan satu rangkaian azas-azas yang diajarkan oleh 24 orang jina atau Tirthankara yang telah mencapai puncak dari hierarki selestialnya. Tetapi mereka tidak dipuja atau pun disembah, karena mereka tidak boleh melakukan intervensi atas nama para pengikut mereka.
Jainisme bahkan menolak autokrasi dan campur tangan Supreme being atau Yang Maha Kuasa. Jainisme percaya bahwa alam semesta tidak ada awalnya dan tidak ada pula akhirnya, dan hal itu terus berlanjut.
Bagi para penganut agama jain, jalan menuju tujuan yang hendak mereka capai adalah melalui tiga tahap permata spritual, yaitu :
1. Pengetahuan yang benar
2. Jalan yang benar
3. Perbuatan yang benar
Dewasa ini ada lebih dari 8 juta pengikut agama ini. Mereka terutama ditemukan di India. Secara sosial, biasanya para penganut Jainisme termasuk golongan menengah ke atas.
Mahatma Gandhi (1869-1948), merupakan spritual keagamaan india, politikus dan tokoh gerakan kemerdekaan India, beliau merupakan sosok yang dipengaruhi oleh aliran Jainisme dalam setiap pergerakan dan pola pikirnya.
Pertanyaannya, apakah falsafah-falsafah Jainisme yang menerapkan tiga tahap yang di sebut permata spritual dapat diterapkan di Indonesia khususnya di Aceh yang mayoritas 99% rakyat dan masyarakatnya beragama islam dan berpegang teguh dengan Al-Qur'an dan Al-hadist? Tapi jika ditinjau dari keadaan sosial dan politik di Indonesia dan khususnya di Aceh, bisa saja falsafah dari Aliran Jainisme dapat dipelajari, asal tidak sesat dalam artian agama, karena dalam Islam pun dikenal dengan wajib mencari Ilmu dan memiliki Ilmu demi kemaslahatan Ummat.

Minggu, 12 Februari 2012

Kata-kata mutiara

Kemenangan yang diperoleh dengan bertambahnya sahabat lebih baik dan berarti dari pada kemenangan yang diperoleh dari cinta seorang wanita. (M. Hanif Taufik R.H)

Manusia yang paling hina dan busuk yaitu yang melakukan kesalahan yang sama lebih dari dua kali, bahkan kata-kata maaf yang terucap dari lidah manusia tersebut sama busuk nya dengan ucapan manusia-manusia munafik. (M. Hanif Taufik R.H)

Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda
, niscaya akan ku goncangkan dunia. (Ir. Soekarno/Presiden RI pertama)

Dibalik wanita yang sukses terdapat masa lalu yang kelam, di balik lelaki yang sukses terdapat wanita yang mendukungnya. (M. Hanif Taufik R.H)

Cinta itu ibarat hantu, banyak sekali manusia yang membicarakannya tetapi sangat sedikit yang menemuinya. (M. Hanif Taufik R.H)

Aku lebih takut sepucuk surat kabar dari pada 1000 bayonet di leher ku. (Napoleon Bonaparte)

Engkau selalu lemah ketika dihadapkan pada sebuah permasalahan, tetapi pernah kah mengerti bahwa masalah mu itu merupakan guru terbesar bagimu? (M. Hanif Taufik R.H)

Dengarkanlah suara-suara mereka, karena dari suara mereka itulah anda dapat mengerti arti dari potensi diri anda (M. Hanif Taufik R.H)

Sebagai pemimpin, aku harus berada di depan para pasukan ku agar mereka untuk menumbuhkan keberanian dan rasa percaya diri mereka, tetapi terkadang aku pun harus berada di belakang mereka untuk memastikan agar pasukanku tidak tertinggal dan keluar dari barisannya. (Salahuddin Al Ayyubi/panglima perang islam pada perang salib)

Aku meminta kekuatan dan Allah memberikanku kesulitan untuk membuatku semakin kuat!!
Aku meminta kebijaksanaan dan Allah memberikanku permasalahan untuk kuselesaikan!!
Aku meminta keberanian dan Allah memberikanku rintangan untuk kuatasi!!
Aku meminta cinta dan Allah memberikanku seseorang untuk kutolong!!
Aku meminta sesuatu dan Allah memberikanku kesempatan!!
Mungkin aku tidak selalu mendapatkan apa yang aku inginkan, tapi aku selalu mendapatkan apa yang aku butuhkan!! (Salahuddin Al Ayyubi/panglima perang islam pada perang salib)



KETIKA KEKASIH TELAH HILANG

Fazilah, seorang gadis berumur 25 tahun berkulit putih bersih dan berambut hitam panjang berlari ke sana kemari dalam sebuah padang datar yang terhampar luas. Seperti penuh pengharapan dan kebingungan, sang gadis pun terduduk lesu dan letih.
"Duhai kekasih, dimana keberadaanMu ketika aku memerlukanMu?" Dengan siulan burung gereja dan angin yang sepoi-sepoi di tengah teriknya mentari, oh kekasih, dimana aku bisa menemukanMu ketika aku mengalami kegundahan?" Penuh pengharapan dan keputus asaan, Fazilah yang merupakan seorang gadis yang kesehariannya menggembalakan hewan ternak dengan penuh pengharapan dan kepalsuan merintih.
Dengan berderai air mata, Fazilah berujar kepada seekor burung gereja yang bertengger di bahunya "Engkau makhluk yang beruntung, mampu terbang kesana kemari  melihat dunia luas, sedangkan aku hanya mampu meratapi hidupku, engkau makhluk yang beruntung memiliki seorang kekasih yang terkasih, sedangkan aku hanya sebatang kara, hidup dan menemani hewan-hewan gembalaanku. Sungguh durjana kehidupan ini katanya.
Di bawah sebatang pohon rindang, fazilah merebahkan tubuhnya, beristirahat sejenak sambil tetap meneteskan air mata pengharapan.
Jelas lambat laun Fazilah terlelap di bawah pohon rindang tempat dirinya berteduh.
Tanpa dirinya sadari dalam lamunannya yang sejenak, sekawanan semut hitam yang sedang bergotong royong melintas di bawah kaki Fazilah, seekor semut yang besar menghentikan kawanannya, mungkin ini lah pemimpin dari kawanan semut tersebut. Sembari berkata kepada kawanannya "Lihat kawan, wanita ini anggun sekali, sungguh beruntung dunia ini masih memiliki bidadari", tak berapa lama kemudian seekor semut yang berbadan kecil menyahut dan berkata "Sungguh engkau telah keliru yang mengatakan hal tersebut, coba engkau perhatikan dari setiap lekuk wajahnya, terlihat jelas akan wajah gelisah dan ketidakpuasan, coba kau perhatikan kembali wajahnya, dari rona wajahnya jelas terlihat akan kekosongan dan kehampaan, dimana dirinya sungguh jauh dari sinar kemenangan, hal tersebut dirinya menjadi seorang hamba yang telah kehilangan dan tak dihiraukan kekasihnya".
Maksud mengatakan hal demikian?
"Ya seorang kekasih yang telah menjauh darinya, kekasih suci ummat manusia yang dengan senantiasa mengawasi lekuk hidup makhluk, dia lah Sang Rabbul Izzati, Allah SWT!"
"Atas dasar apa engkau mengatakan bahwa Allah telah berpaling dari paras manis wanita ini?"
Dengan penuh keheranan, pemimpin semut bertanya kepada semut yang lebih kecil darinya.
"Tuan ku, engkau tidak mengetahuinya, Wanita ini telah merampas hak tetangganya, wanita ini telah melakukan hal yang haram demi kesenangan dan keuntungannya, jika aku mengatakan seperti itu, ini semua telah menjadi sanderaan jiwa-jiwa yang kelam"
"Itu benar!!" sahut seekor burung gereja yang duduk di atas pohon ketika mendengar seekor kawanan semut sedang berdiskusi.
"Itu benar, tanyakan kepada hewan-hewan ternak peliharaannya, apa yang telah di lakukan gadis ini". Tapi sungguh, demi matahari pun, cahayanya enggan menyinari tubuh kelam yang ditutupi oleh sekumpulan sutera pada wanita ini."
"Wahai kawan-kawan makhluk, sungguh aku telah terpana atas karunia Illahi, sungguh aku telah tertipu atas mata ku sendiri" Sebut pemimpin semut kepada rekan-rekannya sembari melanjutkan perjalanan mereka dan menjauhi Fazilah yang sedang tertidur.
Tidak berapa lama, Fazilah terbangun, dalam renungannya dan kembali menangis dan berteriak.
"Wahai kekasih! dimana engkau ketika aku sedang bimbang, perlihatkan wajahmu pada ku, sungguh aku rindu akan dirimu, apakah engkau tak ingin melihatku?"
"Wahai kekasih yang terkasih, malu kah Engkau menatapku, sungguh aku telah berdosa kepada Mu, sungguh aku telag hina, wahai kekasih, aku ingin bertemu denganMu, terkutuk lah aku!!"
Selang berapa lama, petir menyambar tubuh Fazilah, seketika itu pun Fazilah terdampar ibarat kapas yang tertiup angin, tubuhnya tergeletak di padang rumput yang luas.
"Sungguh manusia hanya mampu menyesal ketika penyesalan telah datang" berkata burung gereja yang menyaksikan Fazilah tersambar petir dan terbang ke angkasa dan berkata.
"Sungguh aku tak mengerti akan manusia!!"

Rabu, 08 Februari 2012

KETIKA TAK BERSUARA

Katakan pada ku jika engkau mengerti nafsu ku
Dengarkan jeritan ini ketika harus kau dengar dengan sekelumit masalahmu
Dengan seksama ketika ajal seakan menunggu ku
Maka jelaskan kepada ku tentang arti kebebasan itu

Tatkala aku yang mencari dalam keriuhan
mencari arti tentang adanya dirimu
ketika kebenaran pun engkau kangkangi
maka dimana arti dari nurani?

Ketika mulutmu telah membisu
masih beranikah engkau dengan lantang menyeru
keadilan katamu
tapi sampah bagiku

Biarkan Iblis menari-nari di atas tangisanku
dan engkau pun tak akan mengerti
mengerti tentang keadilan
yang kau sebut-sebut di setiap wacana tidurmu

Jelaskan padaku jika engkau mengerti nafsu ku
maka lidah ini tak lagi kelu
berikan aku arti dari diam mu
atau engkau yang sudah tuli

Dan ketika aku tak lagi bersuara
engkau akan mendengar dari lolongan anjing-anjing kelaparan
tentang arti keadilan
yang kau sebut-sebut dalam wacana tidurmu