Jumat, 24 Februari 2012

PENDOSA ITU MENGEJAR MU

Masih saja raut wajah mu kusam
ketika nelayan berlayar di lautan tedu
"Kembali saja!" Teriak lelaki paruh baya penghuni geladak
dan pulau-pulau bersusun dalam jari jemari
Angin ini begitu kencang hingga menusuk tubuh seorang wanita setengah telanjang,
dengan desahan nafas ketika melihat ke atas nirwana
"Ada sedikit pembahasan yang harus di tuntaskan kali ini" begitu katamu kepadaku
perlahan dan perlahan kita sama-sama saling mencumbu dalam kebusukan
lalu ke-erotis-an percakapan mu menjadikan sejenak keluh kesah memudar
sebagian burung camar menari-nari
sedalam akal sehat engkau pun terpaku
dan kata ku, coba jelaskan nafsu mu
yang sedikit tertutup dalam topeng palsumu
memang benar rindu yang menyiksa,
namun aku pun sedikit mengingatkan
pendosa itu mengejarmu.

Selasa, 14 Februari 2012

JAINISME

Jainisme merupakan agama para liberator damai, yang berakar pada falsafah-falasah terdahulu pada zaman purba. Agama tua yang berasal dari India ini kaya dengan azas-azas perdamaian dan toleransi yang sangat dibutuhkan pada zaman sekarang ini.
Nama agama ini berasal dari bahasa sansekerta jina yang berarti "penakluk". Sebuah gelar yang diberikan kepada seseorang yang telah berhasil menaklukan hawa nafsu keduniawian dan telah dibebaskan dari siklus kelahiran ulang. 
Agama Jaina itu dibangun oleh Nataputta Vardhamana, hidup pada 559-527 sM yang beroleh panggilan Mahavira yang berarti pahlawan besar.
Agama Jaina lahir lebih dahulu daripada Agama Buddha. Agama Buddha punya pengikut lebih luas di luar India, namun agama Jaina terbatas hanya di India saja. Kedua agama tersebut merupakan reaksi terhadap perikeadaan di dalam Agama Hindu mengenai perkembangan ajarannya pada masa lampau.
Jainisme merupakan satu rangkaian azas-azas yang diajarkan oleh 24 orang jina atau Tirthankara yang telah mencapai puncak dari hierarki selestialnya. Tetapi mereka tidak dipuja atau pun disembah, karena mereka tidak boleh melakukan intervensi atas nama para pengikut mereka.
Jainisme bahkan menolak autokrasi dan campur tangan Supreme being atau Yang Maha Kuasa. Jainisme percaya bahwa alam semesta tidak ada awalnya dan tidak ada pula akhirnya, dan hal itu terus berlanjut.
Bagi para penganut agama jain, jalan menuju tujuan yang hendak mereka capai adalah melalui tiga tahap permata spritual, yaitu :
1. Pengetahuan yang benar
2. Jalan yang benar
3. Perbuatan yang benar
Dewasa ini ada lebih dari 8 juta pengikut agama ini. Mereka terutama ditemukan di India. Secara sosial, biasanya para penganut Jainisme termasuk golongan menengah ke atas.
Mahatma Gandhi (1869-1948), merupakan spritual keagamaan india, politikus dan tokoh gerakan kemerdekaan India, beliau merupakan sosok yang dipengaruhi oleh aliran Jainisme dalam setiap pergerakan dan pola pikirnya.
Pertanyaannya, apakah falsafah-falsafah Jainisme yang menerapkan tiga tahap yang di sebut permata spritual dapat diterapkan di Indonesia khususnya di Aceh yang mayoritas 99% rakyat dan masyarakatnya beragama islam dan berpegang teguh dengan Al-Qur'an dan Al-hadist? Tapi jika ditinjau dari keadaan sosial dan politik di Indonesia dan khususnya di Aceh, bisa saja falsafah dari Aliran Jainisme dapat dipelajari, asal tidak sesat dalam artian agama, karena dalam Islam pun dikenal dengan wajib mencari Ilmu dan memiliki Ilmu demi kemaslahatan Ummat.

Minggu, 12 Februari 2012

Kata-kata mutiara

Kemenangan yang diperoleh dengan bertambahnya sahabat lebih baik dan berarti dari pada kemenangan yang diperoleh dari cinta seorang wanita. (M. Hanif Taufik R.H)

Manusia yang paling hina dan busuk yaitu yang melakukan kesalahan yang sama lebih dari dua kali, bahkan kata-kata maaf yang terucap dari lidah manusia tersebut sama busuk nya dengan ucapan manusia-manusia munafik. (M. Hanif Taufik R.H)

Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda
, niscaya akan ku goncangkan dunia. (Ir. Soekarno/Presiden RI pertama)

Dibalik wanita yang sukses terdapat masa lalu yang kelam, di balik lelaki yang sukses terdapat wanita yang mendukungnya. (M. Hanif Taufik R.H)

Cinta itu ibarat hantu, banyak sekali manusia yang membicarakannya tetapi sangat sedikit yang menemuinya. (M. Hanif Taufik R.H)

Aku lebih takut sepucuk surat kabar dari pada 1000 bayonet di leher ku. (Napoleon Bonaparte)

Engkau selalu lemah ketika dihadapkan pada sebuah permasalahan, tetapi pernah kah mengerti bahwa masalah mu itu merupakan guru terbesar bagimu? (M. Hanif Taufik R.H)

Dengarkanlah suara-suara mereka, karena dari suara mereka itulah anda dapat mengerti arti dari potensi diri anda (M. Hanif Taufik R.H)

Sebagai pemimpin, aku harus berada di depan para pasukan ku agar mereka untuk menumbuhkan keberanian dan rasa percaya diri mereka, tetapi terkadang aku pun harus berada di belakang mereka untuk memastikan agar pasukanku tidak tertinggal dan keluar dari barisannya. (Salahuddin Al Ayyubi/panglima perang islam pada perang salib)

Aku meminta kekuatan dan Allah memberikanku kesulitan untuk membuatku semakin kuat!!
Aku meminta kebijaksanaan dan Allah memberikanku permasalahan untuk kuselesaikan!!
Aku meminta keberanian dan Allah memberikanku rintangan untuk kuatasi!!
Aku meminta cinta dan Allah memberikanku seseorang untuk kutolong!!
Aku meminta sesuatu dan Allah memberikanku kesempatan!!
Mungkin aku tidak selalu mendapatkan apa yang aku inginkan, tapi aku selalu mendapatkan apa yang aku butuhkan!! (Salahuddin Al Ayyubi/panglima perang islam pada perang salib)



KETIKA KEKASIH TELAH HILANG

Fazilah, seorang gadis berumur 25 tahun berkulit putih bersih dan berambut hitam panjang berlari ke sana kemari dalam sebuah padang datar yang terhampar luas. Seperti penuh pengharapan dan kebingungan, sang gadis pun terduduk lesu dan letih.
"Duhai kekasih, dimana keberadaanMu ketika aku memerlukanMu?" Dengan siulan burung gereja dan angin yang sepoi-sepoi di tengah teriknya mentari, oh kekasih, dimana aku bisa menemukanMu ketika aku mengalami kegundahan?" Penuh pengharapan dan keputus asaan, Fazilah yang merupakan seorang gadis yang kesehariannya menggembalakan hewan ternak dengan penuh pengharapan dan kepalsuan merintih.
Dengan berderai air mata, Fazilah berujar kepada seekor burung gereja yang bertengger di bahunya "Engkau makhluk yang beruntung, mampu terbang kesana kemari  melihat dunia luas, sedangkan aku hanya mampu meratapi hidupku, engkau makhluk yang beruntung memiliki seorang kekasih yang terkasih, sedangkan aku hanya sebatang kara, hidup dan menemani hewan-hewan gembalaanku. Sungguh durjana kehidupan ini katanya.
Di bawah sebatang pohon rindang, fazilah merebahkan tubuhnya, beristirahat sejenak sambil tetap meneteskan air mata pengharapan.
Jelas lambat laun Fazilah terlelap di bawah pohon rindang tempat dirinya berteduh.
Tanpa dirinya sadari dalam lamunannya yang sejenak, sekawanan semut hitam yang sedang bergotong royong melintas di bawah kaki Fazilah, seekor semut yang besar menghentikan kawanannya, mungkin ini lah pemimpin dari kawanan semut tersebut. Sembari berkata kepada kawanannya "Lihat kawan, wanita ini anggun sekali, sungguh beruntung dunia ini masih memiliki bidadari", tak berapa lama kemudian seekor semut yang berbadan kecil menyahut dan berkata "Sungguh engkau telah keliru yang mengatakan hal tersebut, coba engkau perhatikan dari setiap lekuk wajahnya, terlihat jelas akan wajah gelisah dan ketidakpuasan, coba kau perhatikan kembali wajahnya, dari rona wajahnya jelas terlihat akan kekosongan dan kehampaan, dimana dirinya sungguh jauh dari sinar kemenangan, hal tersebut dirinya menjadi seorang hamba yang telah kehilangan dan tak dihiraukan kekasihnya".
Maksud mengatakan hal demikian?
"Ya seorang kekasih yang telah menjauh darinya, kekasih suci ummat manusia yang dengan senantiasa mengawasi lekuk hidup makhluk, dia lah Sang Rabbul Izzati, Allah SWT!"
"Atas dasar apa engkau mengatakan bahwa Allah telah berpaling dari paras manis wanita ini?"
Dengan penuh keheranan, pemimpin semut bertanya kepada semut yang lebih kecil darinya.
"Tuan ku, engkau tidak mengetahuinya, Wanita ini telah merampas hak tetangganya, wanita ini telah melakukan hal yang haram demi kesenangan dan keuntungannya, jika aku mengatakan seperti itu, ini semua telah menjadi sanderaan jiwa-jiwa yang kelam"
"Itu benar!!" sahut seekor burung gereja yang duduk di atas pohon ketika mendengar seekor kawanan semut sedang berdiskusi.
"Itu benar, tanyakan kepada hewan-hewan ternak peliharaannya, apa yang telah di lakukan gadis ini". Tapi sungguh, demi matahari pun, cahayanya enggan menyinari tubuh kelam yang ditutupi oleh sekumpulan sutera pada wanita ini."
"Wahai kawan-kawan makhluk, sungguh aku telah terpana atas karunia Illahi, sungguh aku telah tertipu atas mata ku sendiri" Sebut pemimpin semut kepada rekan-rekannya sembari melanjutkan perjalanan mereka dan menjauhi Fazilah yang sedang tertidur.
Tidak berapa lama, Fazilah terbangun, dalam renungannya dan kembali menangis dan berteriak.
"Wahai kekasih! dimana engkau ketika aku sedang bimbang, perlihatkan wajahmu pada ku, sungguh aku rindu akan dirimu, apakah engkau tak ingin melihatku?"
"Wahai kekasih yang terkasih, malu kah Engkau menatapku, sungguh aku telah berdosa kepada Mu, sungguh aku telag hina, wahai kekasih, aku ingin bertemu denganMu, terkutuk lah aku!!"
Selang berapa lama, petir menyambar tubuh Fazilah, seketika itu pun Fazilah terdampar ibarat kapas yang tertiup angin, tubuhnya tergeletak di padang rumput yang luas.
"Sungguh manusia hanya mampu menyesal ketika penyesalan telah datang" berkata burung gereja yang menyaksikan Fazilah tersambar petir dan terbang ke angkasa dan berkata.
"Sungguh aku tak mengerti akan manusia!!"

Rabu, 08 Februari 2012

KETIKA TAK BERSUARA

Katakan pada ku jika engkau mengerti nafsu ku
Dengarkan jeritan ini ketika harus kau dengar dengan sekelumit masalahmu
Dengan seksama ketika ajal seakan menunggu ku
Maka jelaskan kepada ku tentang arti kebebasan itu

Tatkala aku yang mencari dalam keriuhan
mencari arti tentang adanya dirimu
ketika kebenaran pun engkau kangkangi
maka dimana arti dari nurani?

Ketika mulutmu telah membisu
masih beranikah engkau dengan lantang menyeru
keadilan katamu
tapi sampah bagiku

Biarkan Iblis menari-nari di atas tangisanku
dan engkau pun tak akan mengerti
mengerti tentang keadilan
yang kau sebut-sebut di setiap wacana tidurmu

Jelaskan padaku jika engkau mengerti nafsu ku
maka lidah ini tak lagi kelu
berikan aku arti dari diam mu
atau engkau yang sudah tuli

Dan ketika aku tak lagi bersuara
engkau akan mendengar dari lolongan anjing-anjing kelaparan
tentang arti keadilan
yang kau sebut-sebut dalam wacana tidurmu